sebuah foto berusaha menangkap waktu. Kamera, membekukan, dan mengabadikannya. Tapi yang terekam hanyalah citra dari sebuah pemandangan di depan kamera. Waktu selalu ada di luar foto-foto itu, sehingga penafsiran sebuah foto selalu dipengaruhi oleh historisitasnya kapan seseorang memandang foto itu. Gambar dalam foto boleh terandaikan abadi, namun maknanya selalu bergeser bersama waktu.
Foto merupakan kala citra. Kala berarti waktu, dan citra adalah gambaran. Gambar-gambar yang terekam oleh kamera terbagi oleh citra yang berdimensi waktu. Waktu, menurut saya sebagai seorang fotografer adalah: moment. Apalah artinya sebuah gambar bila moment yang saya rekam tidak memberikan sebuah roh atau jiwa dari foto tersebut. Andai saja kita tidak bisa menggunakan waktu dengan baik, maka moment sebuah obyek foto akan “menguap” atau terlewatkan begitu saja.
Foto merupakan kala citra. Kala berarti waktu, dan citra adalah gambaran. Gambar-gambar yang terekam oleh kamera terbagi oleh citra yang berdimensi waktu. Waktu, menurut saya sebagai seorang fotografer adalah: moment. Apalah artinya sebuah gambar bila moment yang saya rekam tidak memberikan sebuah roh atau jiwa dari foto tersebut. Andai saja kita tidak bisa menggunakan waktu dengan baik, maka moment sebuah obyek foto akan “menguap” atau terlewatkan begitu saja.
harap berkomentar ya , jika ada kesalahan atau masukannya , terima kasih :)
BalasHapusBelajar Photographer, bila dilihat dari kaidah bahasa berarti belajar menjadi seorang pemoto.
BalasHapusTapi bila belajar fotografi, berarti mempelajari segala hal yang berkaitan dengan dunia itu. Termasuk bagaimana menjadi seorang fotografer yg baik.
Memang benar, sebuah gambar dapat memberikan sejuta makna, bergantung dari waktu dan sudut pandang yang melihatnya. Seringkali, foto yang diabadikan memiliki banyak sekali makna... walaaupun berbeda dengan kehendak pemoto-nya.
anak sastra nih kayanya.. :)
BalasHapus